Ekonomi Masyarakat Desa Kutabuluh Jalan di Tempat?

ekonomi-masyarakat-desa-kutabuluh

Ekonomi adalah bagian dari kehidupan masyarakat yang sangat vital. Ekonomi menjadi salah satu faktor utama penentu perkembangan kesejahteraan masyarakat bahkan suatu negara.

Tanpa pertumbuhan ekonomi yang baik, keadaan dari masyarakat pada daerah tersebut tidak akan berkembang alias jalan di tempat.

Desa kutabuluh adalah sebuah surga dunia yang dulunya sangat makmur nan sejahtera, walaupun berada dalam kondisi kekurangan, khususnya dalam hal ekonomi.

Tanah yang subur, lingkungan nan nyaman dan asri serta penduduk yang ramah dan bersahabat membuat masa kecilku teramat sangat bahagia.

Namun setelah beberapa tahun berlalu kenyamanan itu mulai terkikis. Masa kecil dulu tampaknya lebih baik dari saat ini.

Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan tersebut, lagi-lagi termasuk faktor ekonomi salah satunya.

Kondisi Ekonomi

Kondisi ekonomi di desa Kutabuluh tampak jalan di tempat bahkan merosot.

Hal ini dapat dilihat dari pola hidup masyarakat yang mulai menurun. Akibatnya tingkat kesejahteraan dari masyarakat tersebut pun akan semakin ciut.

Hal ini bermakna bahwa perkembangan ekonomi sangat berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan.

Ibu rumah tangga kini memiliki status ganda. Selain sebagai ibu rumah tangga juga berperan sebagai pasukan pencari nafkah.

Hal ini diakibatkan karena tidak cukupnya pemenuhan kebutuhan apabila hanya mengandalkan hasil keringat suami selaku kepala rumah tangga.

Apalagi pada zaman ini, kebutuhan terus bertambah, fasilitas semakin banyak diperlukan, sedangkan penghasilan cenderung menurun. Apabila kondisi ini terus berlanjut, bagaimana keadaan masyarakat 5 sampai 10 tahun mendatang? jangankan keinginan, kebutuhan saja sudah sangat sulit untuk dipenuhi.

Penyebab

Kondisi miris yang menimpa desa kutabuluh saat ini (terutama dalam bidang ekonomi) membuat saya untuk mencoba mengamati.

Inilah beberapa faktor utama penyebab ekonomi desa Kutabuluh jalan ditempat menurup persepsi saya :

a. Profesi yang turun temurun

Tidak dapat dipungkiri bahwa bumi Indonesia sangat ternama dengan tanahnya yang subur. Sehingga memanfaatkan kekayaan dari tanah menjadi peluang besar bagi masyarakat Indonesia.

Sumber : tumoutounews.com



Terbukti dengan data bahwa masyarakat yang bekerja dalam bidang pertanian jauh lebih dominan dibanding bidang yang lain.

Di desa Kutabuluh sendiri, hampir 90% masyarakatnya bekerja sebagai petani. Meskipun beberapa bagian kecil menjadikannya sebagai pekerjaan sampingan (misal : guru sekaligus petani, pedagang sekaligus petani).

Dati zaman dulu masyarakat sudah sangat betah dengan profesi ini, sehingga berpuluh-puluh tahun hasil bumi selalu dimanfaatkan.

Saat ini banyak masyarakat yang mengeluh akan tanah yang mulai kering dan gersang, sehingga semakin sulit untuk menghasilkan. Ditambah dengan musim yang semakin tidak bersahabat.

Karena sejatinya apabila kekayaan tanah dikuras secara terus-menerus sepanjang waktu, maka kualitasnya akan semakin menurun. Gizinya akan menipis.

Apabila hal ini terjadi secara berkelanjutan. Bagaimana keadaan tanah petani beberapa tahun kedepan apabila selalu dikuras manfaatnya? Dimana tanaman yang menjadi primadona di desa ini adalah jagung, padi, kopi dan cabai.

b. Minimnya pengetahuan tentang bisnis

Bisnis sudah terbukti dapat membuat hidup lebih terjamin, asal berusaha keras dan konsisten dalam menjalaninya.

Apalagi pada era ini, kita bisa menjalankan bisnis hanya dari genggaman tangan saja. Tidak perlu repot.

Tidak dapat dipungkiri, secara umum masyarakat desa masih sangat rendah akan pengetahuan bisnis dan teknologi. Hal ini menyebabkan mereka tidak tertarik untuk melirik duia yang menggiurkan itu.

Bahkan mendengar kata bisnis saja mereka sudah memili pandangan yang "kurang enak". Ada yang beranggapan penipuan, ada yang beranggapan butuh banyak modal, bahkan sampai takut kebangkrutan sebelum memulai.

Ketipisan akan wawasan bisnis ini membuat mereka terus berkecimpung di dunia "pertanian" yang sebagian besar statusnya adalah pekerja (buruh tani).

Mereka menghabiskan waktu seharian dibawah paparan terik matahari. Keterbiasaan ini lah yang membuat pemikiran mereka tertutup.

c. Tidak memanfaatkan peluang

Dengan segala kelebihan yang dimiliki. Warga desa ini tidak cukup cerdas dalam memanfaatkan peluang bisnis.

Banyak peluang-peluang besar yang justru diincar oleh orang-orang dari luar, tidak membuat sadar mereka terketuk.

Persoalan ini memang cukup sederhana, permasalahannya terletak pada poin sebelumnya, yaitu minimnya pengetahuan tentang bisnis.

d. Gaya hidup dan kebiasaan

Sebuah desa plosok yang jauh dari perkotaan memang memiliki pola pikir yang berbeda dengan masyarakat yang tinggal di kota.

Gaya hidup mereka yang turun temurun menjadi sebuah tren di antara mereka pada wilayah tersebut.

Jauhnya jarak kota dan desa membuat pola pikir dan gaya hidup sulit untuk saling memepengaruhi.

Hidup orang desa yang cukup, sederhana dan pas-pasan sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka tanpa ada rasa kemauan yang tinggi untuk menjadi berbeda.

e. Pendidikan

Pendidikan menjadi salah satu faktor yang menjembatani antara masyarakat dengan kesejahteraan. 

Pendidikan yang layak dengan fasilitas yang berkualitas akan membuat kebutuhan akan ilmu pengetahuan di bangku sekolah dapat tercukupi.

Kualitas dan fasilitas pendidikan yang masih sangat tertinggal membuat sebagian dari pelajar akan ciut apabila disandingkan dengan siswa yang berada di kota.

Kabar yang sangat menyedihkan ketika saya berkunjung ke salah satu sekolah di desa tersebut. Seorang guru menyampaikan bahwa keadaan ini tidak membaik.

"Semangat belajar siswa siswi tampak menurun dari kalian sebelumnya" ujar salah seorang guru.

Apabila hal ini berlalu secara terus menerus, akan menjadi bencana dalam rumah tangga dalam desa ini.

Revolusi 2019

Berpuluh-puluh tahun sudah generasi berganti. Tentunya tidak ingin tanah kelahiran sebatas ini saja. Setidaknya terdapat sedikit peningkatan ekonomi dalam jangka panjang.

Salah satunya adalah dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat, dan membekali wawasan bisnis dan wirausaha, salah satunya dengan sosialisasi.

Selain itu pembekalan akan pengetahuan teknologi sangat penting. Mengingat pada era ini kita dapat berbisnis kapan saja dan dimana saja melalui canggihnya teknologi.

Kesadaran akan bisnis tersebut harus dibekali pada setiap kalangan serta memfasilitasi dan memantau secara langsung. Hal ini akan memicu perkembangan dan konsisten dalam berbisnis. Sehingga masyarakat tidak hanya mengandalkan hasil pertanian yang tidak jarang gagal panen.

Dalam bidang pertanian juga misalnya, desa ini diberi nama "Kutabuluh" (kuta berarti desa/kampung, buluh berarti bambu).

Desa ini ditumbuhi bambu yang lebat di setiap sudutnya.

Melihat saat ini kreatifitas sudah berkembang, pemanfaatan bambu semakin beragam. Mulai dari perabotan, kerajinan tangan, pernak-pernik dan sebagainya.
Mengapa tidak memanfaatkan keahlian tangan masyarakat? 

Selain itu kita dapat melihat contoh di salah satu desa di kabupaten Lamongan Jawa Timur. Seorang warga berhasil mendulang pundi-pundi rupiah hanya dengan pengolahan tebu menjadi gula merah.

Dalam sehari, ia mampu memproduksi hingga setengah ton gula merah. Tentunya dalam pengolahannya pasti membutuhkan banyak tenaga kerja, sehingga peluang dan terbukanya lapangan kerja juga menjadi bonus bagi masyarakat.

Simak video berikut


Di desa Kutabuluh sendiri terdapat banyak pohon aren sebagai produk penghasil gula merah terbaik. Banyak dari warga yang telah memproduksi gula merah tersebut,  namun dengan jumlah yang tidak banyak.

Dengan pohon tebu yang mudah penanamannya, serta tidak selama pohon aren. Peluang bisnis ini dapat menjadi tawaran besar yang dapat membuka mata masyarakat. Cukup menjanjikan mestinya.

Terlepas dari itu semua, pendidikan merupakan hal penting yang dapat menunjang kelayakan generasi selanjutnya. Dengan begitu kualitas dan tingkat kesejahteraan masyarakat desa kutabuluh akan terobati secara perlahan.

Namun terlepas dari apa yang saya sampaikan, semua hal tersebut adalah pandangan yang berasal dari diri saya sendiri yang masih butuh pembelajaran. Lebih dan kurang saya mohon maaf.
Terimakasih semoga bermanfaat.

Baca juga :





Post a Comment

2 Comments

  1. Bagaimana caranya agar Ekonomi Di Desa kutabaluh tersebut dapat berkembang dan tidak jalan di tempat? Apakah masyarakat sekitar harus berganti mata pencaharian dari petani menjadi Pengerajin ? Jika memang benar aksesibilitas dan minat pengunjung harus lah tinggi , dan mobilitas dri desa ke kota juga harus tinggi . Dan apakah itu menjadi kendala?
    Ataukah harus ada seorang pencetus Pemberdayaan Ekonomi UKK/UKM agar di kutabuluh dapat berkembang?

    ReplyDelete
  2. Menurut pandangan saya, untuk memajukan ekonomi sebuah daerah, masyarakat di daerah tersebut tidak harus berganti profesi. Namun apabila dilihat selama beberap waktu kebelakang, perkembangan ekonomi di desa ini tidak terlalu memuaskan 'menurut saya' . Jadi saya berpikir sedikit solusi yang mungkin bermanfaat adalah dengan membuka wawasan masyarakat untuk lebih menaruh perhatian kedalam dunia bisnis.
    Sebagai seorang petani tidak selamanya mereka menghabiskan waktu 24 jam di lahan pertanian setiap hari. Demi menambah pemasukan, saya berpikir apakah tidak sebaiknya meluangkan waktu untuk kerajinan tangan ataupun berbisnis lain (misal bisnis online).
    Mengenai distribusinya, saya rasa sekarang sudah sangat canggih akan media dan internet. Barang barang unik dan mewah bisa dijual dari media sosial dan aplikasi jual online. Apa gunanya hidup di era digital? Saya melihat beberapa barang-barang kerajinan tangan dijual secara online, dan cukup banyak.

    Mengenai pencetus pemberdayaan UKM saya setuju apabila hal tsb dapat terwujud. Selain dapat memberikan bimbingan dan penyuluhan bagi masyarakat, dapat pula menjadi pemula/pencetus yang memberikan daya tarik masyarakat untuk meliriknya.
    Karena pada dasrnya banyak masyarakat yang enggan untuk berbisnis apabila belum ada seseorang yang mencobanya, mungkin tidak ingin menjadi percobaan. Tapi apabila bisnis tersebut sudah menjadi tren di tengah-tengah masyarakat, maka aktivitas itu akan semakin di lirik oleh masyarakat sampai ingin mencobanya.

    Terlepas dari itu semua, ini hanyalah pandangan dari saya yang masih perlu menambah wawasn. Terimakasih😊🙏

    ReplyDelete

Berikan komentar anda