Pengembangan Koperasi di Era Digital | Yuk, Memajukan Koperasi di Tanah Air

Pengembangan-koperasi-di-Indonesia-jpg


M

asyarakat Indonesia pada umumnya telah mengetahui bahwa perkembangan koperasi di tanah air dewasa ini cukup baik dari segi kuantitas. Akan tetapi jika di lihat dari segi kualitas cukup memprihatinkan. Di satu sisi koperasi dikatakan mampu mensejahterakan masyarakat, namun disisi lain koperasi belum bisa menjadi tolak ukur dalam perekonomian masyarakat. Sampai saat ini koperasi belum menghasilkan sumber daya manusia yang cantik dan merancang desain yang apik. Peran pemerintah soyogianya diorientasikan pada upaya pembinaan lembaga pencetak kader sumber daya manusia koperasi, agar lebih menjamin kesinambungan pembangunan koperasi sebagai wujud demokrasi ekonomi.
APA ITU KOPERASI?
K operasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerjasama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmani para anggota. Menurut UU No.25/1992 tentang perkoperasian koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdsarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat, yang berdasarkan asas kekeluargaan.
KEADAAN KOPERASI INDONESIA DI ERA DIGITAL :
G lobalisasi merupakan proses menjadikan sesuatu benda atau perilaku yang maha cepat sabagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah, baik yang berupa transportasi, barang-barang, manusia, ilmu pengetahuan, pemikiran, nilai-nilai dan sebagainya. Dengan adanya globalisasi bias dikatakan nilai-nilai barat akan mempengarauhi nilai-nilai timur baik dari budaya sampai ekonomi akan mencoba menyusup kedalamnya. Selain itu masuknya teknologi yang semakin segar turut mengekspos bahwa dunia adalah satu dalam genggaman.

Selanjutnya yang tidak bisa dipungkiri adalah masyarakat di berbagai belahan dunia telah memasuki suatu medan globalisasi yang dicirikan dengan adanya perdagangan bebas. Berbagai kesepakatan, jalinan kerjasama, perjanjian bilateral hingga multilateral, berbagai kelompok Negara maju dan berkembang , penyatuan mata uang, dan lain-lain, merupakan suatu wujud dari lintas batas geografis regional menuju pada kepentingan ekonomi internasional yang tidak dapat ditepis dan disingkirkan.

Jadi, keberdaan berbagai macam pasar swalayan serta pusat perbelanjaan modern yang saling bergandengan di seluruh daerah menyebabkan koperasi terpuruk dalam persaingan bebas dan eksistensi koperasi dalam perekonomian Indonesia mengalami tantangan yang menyebabkan kecilnya peluang untuk membeberkannya, sehingga keberadaan koperasi saat ini perlu dilirik serius. Dengan demikian diperlukan respon yang serius dari pemerintah dan pihak terkit agar kesehatan koprasi bisa pulih. Sampai saat ini koperasi belum mampu menjadikan dirinya berkedudukan sebagaimana mestinya.
PERAN KOPERASI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN :
S ecara ideal koperasi memiliki peran yang cukup membantu perekonomian masyarakat Indonesia, dimana koperasi hingga sekarang telah menyaksikan dirinya sebagai alat perjuangan rakyat Indoesia. Pada era ini koperasi sebenarnya sangat mulia peranannya, bukan hanya di bidang perekonomian saja, tetapi lebih dari pada itu koperasi menjadi alat pemersatu bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Beberapa peran koperasi untuk masyarakat antara lain : 
  • Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. 


  • Untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat. 


  • Berperan serta aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. 


  • Memperkokoh perekonomian masyarakat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya. 

  • Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.


  • Mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar bangsa.


KENDALA PERTUMBUHAN KOPERASI DI INDONESIA :
B ila ditelusuri, ada sejumlah faktor yang menyebabkan perkembangan koperasi masih jauh  dari cita-cita kemerdekaan. Penyebab tersebut ada yang melekat pada koperasi itu sendiri (internal) dan ada yang berada diluar batang tubuh koperasi (eksternal).

Kendala internal :
  • Kelangkaan sumber daya profesional untuk mengelola organisasi maupun koperasi. Seperti yang kita ketahui,  sumber daya manusia dalam bentuk tenaga profesional di tanah air jumlahnya masih terbatas, sementara kebutuhan terhadap tenaga seperti itu sangat tinggi.


  • Para anggota masih kurang berdedikasi terhadap kelangsungan hidup dan masa depan koperasi.


  • Koperasi sering mengalami kesulitan untuk memperoleh bahan baku. Salah satu bahan baku pokok yang sulit diperoleh adalah modal. Dalam hal kualitas, output koperasi tidak distandarisasikan, sehingga secara relatif kalah dengan output industri besar. dalam banyak kasus, output koperasi (dan UKM) tidak memiliki keunggulan komparatif sehingga sulit untuk dipasarkan.


Kendala eksternal :
  • Perhatian lembaga keuangan masih sangat rendah. Hal ini apabila dilihat dari sisi ekonomi wajar-wajar saja, karena koperasi yang layak secara ekonomi dilihat dari kacamata perbankan jumlahnya masih sangat kecil dibandingkan dengan usaha lain.


  • Iklim usaha yang kurang kondusif bagi kegiatan koperasi. Dalam kondisi ini  sangat diperlukan kondisi  khusus dari koperasi. Dengan orientasi ekonomi pasar saat ini, koperasi akan semakin tertinggal apabila bersaing dengan badan usaha lain, khususnya dengan timbulnya pasar monopoli dan oligopoli menyebabkan koperasi semakin tersisih dari percaturan bisnis.


  • Iklim yang mendukung pertumbuhan koperasi belum selaras dengan kehendak anggota koperasi, seperti kebijakan pemerintah yang belum jelas dan efektif untuk koperasi, sistem prasarana, pelayanan, pendidikan, dan penyuluhan.
MENINGKATKAN EKSISTENSI KOPERASI DI TANAH AIR :
M eningkatkan ekstensi koperasi di tanah air memang sudah menjadi cita-cita para pendahulu sejak lama. Namun pada perjalanannya, ambisi itu belum bisa diwujudkan. Ia membutuhkan beberapa strategi untuk menjadi wadah dalam mensejahterakan masyarakat. Berikut adalah beberapa strategi untuk meningkatkan eksistensi koperasi di tanah air :

1. Peningkatan anggota perorangan
Pada dasarnya lebih penting jumlah anggota perorangan daripada jumlah koperasi, karena sebagai kumpulan orang kekuatan ekonomi bersumber dari anggota perorangan. Ada dua faktor keanggotaan yang perlu diperhatikan, yaitu kemampuan ekonomi dan tingkat kecerdasan anggota. Kemampuan ekonomi anggota penting karena dapat digerakkan untuk menyusun investasi, sedangkan kecerdasan anggota sangat menentukan mutu manajemen yang sifatnya partisipator dalam rapat anggota sebagai kekuasaan tertinggi dengan satu anggota satu suara.

2. Peningkatan modal
Jumlah modal dari dalam dapat digunakan sebagai salah satu indikator utama dari kemandirian koperasi. Semakin besar modal dari dalam berarti kemandirian koperasi tersebut semakin tinggi. Indikator kemandirian yang lain adalah keberanian manajemen untuk mengambil keputusan sendiri.

3. Peningkatan volume usaha
Apabila volume usaha suatu koperasi semakin besar, maka potensinya sebagai perusahaan akan mengiringi pula, sehingga dapat memberikan pelayanan dan jasa yang lebih baik kepada para anggota. Kemampuan pemasaran yang masih terbatas pada beberapa jenis komoditi, dan belum terbinanya jaringan dan mata rantai pemasaran produk koperasi secara terpadu menyebabkan koperasi sulit untuk berkembang. Dapat disimpulkan bahwa dengan skala usaha yang kecil yang dilaksanakan oleh koperasi menyebabkan koperasi sulit untuk berkembang. 

4. Jaringan Pasar era digital

Strategi ini bertujuan untuk mencari pangsa pasar yang lebih luas agar dapat memperoleh kentungan yang lebih besar. Pelayanan koperasi umumnya hanya terfokus pada internal koperasi saja. Namun koperasi akan lebih berdaya saing jika koperasi mampu membentuk jaringan usaha. 

Teknologi internet memiliki peran yang ganda, artinya internet sebagai teknologi dapat berlaku sebagai faktor lingkungan makro yang mempengaruhi kinerja perusahaan, tetapi teknologi internet juga dapat menjadi sumber daya (market resource), yang digunakan untuk meningkatkan kinerja pemasaran dan berdampak pada prospek perusahaan. Data statista menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 95,2 juta jiwa. Dalam hal ini, tentunya internet dan media sosial akan memberikan fasilitas dan potensi marketing yang menjanjikan, untuk mewujudkan koperasi digital.

5.Komitmen pemerintah untuk menempatkan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. 
Hal ini ditunjukkan dengan dikuasainya sebagian besar aset usaha nasional oleh sebagian kecil kelompok usaha besar. Jadi dengan adanya kebijakan pemerintah disini koperasi tidak akan merasa di anak tirikan, artinya koperasi sebagai penyokong kesejahteraan rakyat dapat mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah. Memberi bimbingan berupa penyuluhan, pendidikan ataupun melakukan penelitian bagi perkembangan koperasi serta bantuan konsultasi terhadap permasalahan koperasi adalah langkah awal yang harus dijejaki.

Terimakasih

Baca juga :
The Power of Zakat | Strategi dan Langkah-langkah Optimasi Fungsi Zakat untuk Kemaslahatan Fakir Miskin di Indonesia

Post a Comment

3 Comments

Berikan komentar anda