CARA MEMBUAT CV LAMARAN KERJA YANG MENARIK, BAIK DAN BENAR

CARA MEMBUAT CV LAMARAN KERJA YANG MENARIK, BAIK DAN BENAR

Curriculum Vitae (CV) adalah sebuah dokumen yang menjelaskan secara singkat tentang siapa diri Anda, baik dari segi pendidikan, pekerjaan, pencapaian, keahlian,  dan sebagainya yang dituangkan secara menarik kedalam sebuah tulisan.  Secara singkat CV adalah sebuah tulisan singkat yang menggambarkan diri seseorang. CV digunakan untuk menunjukkan personal branding seseorang.

Pada umumnya CV ini sering digunakan saat seseorang ingin melamar pekerjaan, ingin mendaftar ke kampus ternama, ingin mendaftar beasiswa, dan sebagainya. Tujuan dari pembuatan CV ini adalah agar pihak perusahaan atau pihak lembaga yang terkait dapat mengenali diri kita secara singkat melalui sebuah tulisan.

Dalam hal penggambaran personal branding tentunya pembuatan CV harus dituangkan dengan semenarik mungkin, dengan itu perusahaan atau lembaga yang terkait akan menilai Anda sebagai seseorang yang bertalenta dan dapat diandalkan.

Namun sayangnya banyak orang yang tidak tahu bagaimana cara menggambarkan personal branding yang menarik, baik dan benar melalui CV, sehingga dalam hal melamar pekerjaan banyak yang akhirnya ditolak karena memiliki CV yang tidak menarik.

Lalu, bagaimana sebenarnya CV yang menarik, baik dan benar itu? Baik untuk melamar ke sebuah perusahaan, mendaftar di kampus favorit atau beasiswa, dan sebagainya. Yuk simak selengkapnya :

1. Pengalaman Berkaitan dengan Posisi Pekerjaan

Pengalaman kerja/organisasi merupakan sesuatu yang akan menjadi nilai plus di mata HRD, artinya semakin banyak dan semakin lama masa pengalaman kerja Anda, akan memberikan gambaran kepada perusahaan bahwa Anda adalah orang yang mampu dan berpengalaman.

Namun, apakah semua pengalaman yang Anda miliki harus dituliskan pada CV? Sebaiknya tidak. Anda harus memilih dan memilah jenis-jenis pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang sedang Anda lamar.

Misalnya Anda melamar pekerjaan di bidang marketing, maka Anda dapat melampirkan pengalaman kerja yang berhubungan dengan pemasaran, atau melampirkan pengalaman organisasi dalam bidang pemasaran pula. Misalnya Anda sebagai panitia seminar nasional dan Anda mendapatkan tugas untuk memasarkan tiket sebanyak 300, dan sebagainya.

2. Prestasi kerja/kuliah

Selain Anda harus melampirkan pengalaman bekerja /berorganisasi, Anda juga harus menyertakan pencapaian-pencapaian Anda selama bekerja di perusahaan sebelumnya atau selama kuliah.

Misalnya selama bekerja Anda mendapat prestasi "Sebagai Karyawan Terbaik PT.X di Tahun 2021" atau selama masa kuliah Anda mendapat "Juara II dalam Lomba Akuntansi Nasional" atau "Menjadi Asisten Dosen di Mata Kuliah Z pada Tahun 2020-2021" dan yang lain sebagainya.

Sama halnya dengan poin pertama, Anda dapat melampirkan pencapaian-pencapaian yang mendukung skill Anda, yang tentunya hal ini nantinya bisa dibutuhkan selama Anda bekerja di perusahaan yang sedang Anda lamar.

3. Sertifikat pelatihan/ skill 

Selain pengalaman tentunya sertifikat pelatihan-pelatihan juga menjadi nilai lebih bagi perusahaan ketika Anda melamar pekerjaan.

Sederhananya Anda menunjukkan bahwa Anda memiliki pengalaman pelatihan di bidang tersebut dalam kursus atau seminar tertentu, sehingga Anda selangkah akan lebih maju dari pesain/ pelamar lainnya. Sebab dengan adanya sertifikat skill trersebut menandakan Anda secara profesional memiliki kompeten dalam bidang tersebut.

Selain itu apabila Anda memiliki sertifikat pelatihan dalam bidang tertentu ini akan memberikan gambaran secara rill bahwa Anda benar-benar memiliki kompetensi pada bidang yang berkaitan, bukan hanya pengalaman gaib semata.

4. Desain CV sederhana dan rapi

Banyak yang beranggapan bahwa penulisan CV harus dengan warna-warni, warna yang mencolok dan aksesori-aksesoris lainnya yang menarik. Tetapi CV menarik yang sebenarnya adalah menggunakan desain yang sederhana dengan tata letak yang rapi

Anda dapat memilih font yang mudah dibaca, pemilihan warna background dan  layout yang simple tapi menarik untuk dibaca, dan yang terpenting adalah tata letak yang rapi (jangan berantakan)

Sebagai perbandingan, Anda dapat melihat berbagai desain CV dari banyak reverensi. Pilihlah beberapa desain yang terbaik menurut Anda sesuai dengan spesifikasi di atas, kemudian Anda dapat mengkombinasikannya menjadi sebuah template yang sederhana dan menarik.

5. Terlalu banyak/sedikit informasi

Seperti yang disampaikan diawal bahwa CV yang baik dan benar adalah yang menyampaikan informasi dengan tepat, tidak kurang dan tidak berlebihan. Bagaimana maksudnya? Salah satu contohnya adalah apabila Anda ingin melamar pada sebuah perusahaan, Anda tidak perlu mencantumkan pendidikan Anda dari SD, SMP, SMA. Melainkan Anda dapat mencantumkan pendidikan terakhir

Misalnya "Jurusan Perbankan Syariah, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara"

Atau jika Anda memiliki banyak pengalaman prestasi, cukup lampirkan prestasi yang memiliki kaitan dengan bidang yang ingin Anda lamar.

Sebaliknya, informasi yang disampaikan juga tidak boleh terlalu sedikit. Harus proporsional dan sesuai pada tempatnya.

6. Tidak usah pakai rating skill

Banyak yang menganggap bahwa mencantumkan rating skill di CV dalam bentuk grafik akan menambah poin dari CV tersebut. Namun nyatanya tidak, ada beberapa alasan kenapa rating skill  tidak perlu kamu cantumkan.

Pertama, apabila kamu mencantumkan nilai yang rendah maka hal ini akan menunjukkan bahwa kamu tidak kompeten dalam bidang tersebut. Lalu mengapa harus dibuat?

Kedua, apabila kamu mencantumkan nilai yang tinggi maka apakah itu realistis? apakah kamun bisa menjamin angka tersebut

Lalu bagaimana kalau nilainya dibuat sedang-sedang saja? tidak rendah dan tidak tinggi? tetap saja nilai itu hanyalah asumsi belaka. Penilaian tersebut hanya sebatas anggapan diri sendiri, sehingga pengukurannya tidak jelas.

Lain halnya apabila pengukuran kemampuan/skill tersebut dibuat oleh lembaga yang dikenal dan kompeten, misalnya skor atau nilai TOEFL/IELTS, dan sebagainya.

7. Template tidak ATS Friendly

Mengutip CNBC, 75% CV pelamar kerja tidak pernah dilihat oleh rekruter. CV yang akhirnya dibaca punya ciri yang sama, yakni lolos seleksi sebuah software bernama ATS. Itulah mengapa, CV-mu harus ATS-friendly.

CV ATS-friendly adalah curriculum vitae yang didesain khusus agar lolos seleksi applicant tracking system. Secara sederhananya CV-CV yang masuk ke perusahaan akan diseleksi melalui aplikasi. CV yang masuk ke tahap penilaian selanjutnya adalah CV yang lulus seleksi dari aplikasi. Sementara yang tidak lulu tidak akan diperiksa lebih lanjut.

Lalu bagaimana CV yang ATS Friendly? Anda bisa belajar atau mencari informasi langsung di google, banyak informasi disana tentang CV ATS Friendly. Jangan malas mencaritahu informasi ya

8. Informasi tidak benar/bohong

Kalau orang tidak mengetahui kebohongan kita, ya nggapapa, tapi yakin HRD ngga bakal tahu?  Ketika Anda mencantumkan informasi bohong  di CV maka Anda akan ditanya dan dikulik saat sesei wawancara.

Anda akan dikelilingi rasa takut dan khawatir saat melakukan wawancara. Kalaupun Anda bisa menutupi itu kebohongan di awal akan menjerumuskan Anda di hari-hari yang akan datang. Jadi jangan pernah memberi informasi palsu di CV ya.

Nah, demikian beberapa cara membuat CV lamaran kerja/beasiswa yang menarik, baik dan benar. Semoga bermanfaat ya :)

Post a Comment

0 Comments