Yuk, Menjadi Mama Papa yang Terampil Mendidik Anak di Masa Pandemi Bersama Popmama Parenting Academy 2021

TERAMPIL MENDIDIK ANAK

Popmama Parenting Academy merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Popmama.com setiap tahunnya sebagai ajang pembelajaran, hiburan dan perlombaan untuk keluarga milenial.

Dalam kegiatan ini para orangtua akan disuguhkan dengan beberapa kegiatan menarik. Orangtua akan diajarkan ilmu parenting yang baik oleh narasumber ahli di bidangnya, mengadakan sharing  tentang bagaimana mengasuh anak antar sesama orangtua, perlombaan untuk anak dan orangtua, hiburan dan acara menarik lainnya.

Dengan mengikuti berbagai rangkaian dari acara Popmama Parenting Academy para orangtua akan mendapatkan benefit yang positif untuk mewujudkan keluarga bahagia.

Sebagai informasi, ternyata Popmama Parenting Academy sudah ada loh, dari beberapa tahun yang lalu, dan semua rangkaian acara yang dilaksanakan sangat asyik dan menyenangkan tentunya.

POPMAMA PARENTING ACADEMY TAHUN KE TAHUN
Tahun 2021 menjadi tahun yang ditunggu-tunggu untuk acara Popmama Parenting Academy. Di tahun ini akan banyak sekali kegiatan yang cocok untuk Mama Papa milenials.  Bahkan tahun ini kegiatannya dilaksanakan selam 1 bulan penuh. 

Pastinya akan banyak kejutan-kejutan untuk para orangtua.

Mengapa ini penting untuk orangtua?

Banyak sekali alasan yang mendukung bahwa kegiatan ini akan berdampak positif kepada orangtua dan anak.


***

Ketua Komnas Perlindungan Anak menyatakan bahwa kekerasan terhadap anak di masa pandemi COVID-19 mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang ada tercatat sebanyak 9.428 kasus kekerasan terhadap anak sejak Januari-September 2021.

Pandemi COVID-19 kini telah merubah cara hidup dan cara pandang masyarakat terhadap segala sesuatu. Khususnya orangtua, hadirnya wabah ini menjadi bencana yang besar bagi kehidupan mereka.

Anak yang juga merupakan korban dari pandemi terpaksa diseret untuk menjalani siklus hidup yang tak biasa bagi mereka.

Apabila sebelumnya anak memiliki kebebasan dalam bermain dan mengeksplor dunia luar, kini mereka terpaksa dikurung menyelimuti diri dari wabah-wabah yang ganas.

Saat pandemi kian meluas, orangtua menjadi aktor utama yang harus selalu mendampingi anak-anaknya. Saat bangun tidur, makan, bermain sampai tidur kembali di tengah malam, orangtualah yang menjadi lawan bermain di dalam rumah. 

Mirisnya, saat orangtua menjadi sosok terdekat dengan anak di rumah saat pandemi, justru tingkat kekerasan terhadap anak kian meningkat.

Kehidupan yang kian menyempit membuat semua aktivitas lebih banyak dilakukan dari rumah. Hal ini membuat anak menjadi korban pelampiasan stres para orangtua. 

Anak mungkin saja dianggap sebagai properti dan hak milik sehingga banyak yang memperlakukannya sesuka hati.

"Wabah" orangtua yang seperti ini dapat memicu timbulnya rasa takut anak terhadap orangtua. Aktor utama yang seharusnya menjadi pelindung bagi anak, kini timbul rasa takut akan sosok itu.

Akar dari semua permasalahan tersebut adalah kurangnya pemahaman orangtua dalam mengasuh anak. Minimnya ilmu parenting  sosok Ibu dan Ayah dapat menjembatani peningkatan kasus-kasus di atas.  

Sehingga pendidikan keterampilan orangtua dalam mengasuh anak tidak dapat diksesampingkan.

Menurut Diana Baumrind (1967, dalam Santrock 2019) ada 3 bentuk pola asuh terhadap anak, sebagai berikut :

1. Pola asus otoriter (authoritarian parenting)

Orangtua dengan pola asuh seperti ini cenderung membatasi dan menghukum anak. Mereka secara otoriter mendesak anak untuk menuruti keinginan dan patuh terhadap orangtua. 

Orangtua dengan tipe ini biasanya lebih ketat dalam mengasuh dan memberikan batasan-batasan kepada anak. 

Tipe orangtua seperti ini umumnya menganggap dirinya "lebih tahu" apa yang paling baik untuk anaknya.

2. Pola asus demokratis/otoritatif (authoritative parenting)

Tipe orangtua dengan pola asuh seperti ini merupakan gaya otoritatif yang bersifat positif. 

Orangtua akan memberikan dorongan kepada anak untuk lebih mandiri dengan tetap memberikan kendali yang wajar. 

Pada tipe ini anak juga diberikan kebebasan dalam memlilih dengan melakukan pendekatan yang baik. Pola komunikasi terjadi dua arah yang bersifat positif dan mendukung.

3.  Pola asush permisif (permissive parenting)

Berbeda dengan kedua pola asuh sebelumnya, tipe pola asuh seperti ini justru menggambarkan orangtua yang tidak pernah berperan dalam kehidupan anak. 

Anak diberikan kebebasan dalam segala hal tanpa adanya kontrol dan pengawasan dari orangtua. 

Orangtua dengan tipe pola asuh ini cenderung melepaskan anak tanpa adanya arahan dan bimbingan, sehingga anak sering lepas kendali karena tidak ada yang memperhatikan perkembangannya.


Beberapa tipe pola asuh di atas menunjukkan bahwa orangtua memiliki karakter yang berbeda-beda dalam mengasuk anak. 

Perbedaan karakter tersebut jugalah yang kemudian melahirkan anak-anak dengan sifat yang berbeda. Berbeda dalam pergaulan, berkomunikasi, serta dalam menghadapi sebuah situasi dan kondisi.

KENDALA ORANGTUA DALAM MENDIDIK ANAK

Sebagai orangtua, adalah sebuah kewajiban dalam mendidik anak-anaknya. Dengan pendidikan yang baik diharapkan anak akan tumbuh dengan baik pula.

Namun tidak bisa dinafikkan masih banyak orangtua yang memiliki kendala dalam mendidik anak. 

Hal ini sangat disayangkan karena pendidikan anak sejak dinilah yang akan membentuk karakter dan cara pikirnya di masa yang akan datang.

Beberapa kendala yang biasanya dimiliki orangtua dalam mendidik anaknya adalah :

1. Keterbatasan pengetahuan orangtua

Tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak sekali orangtua yang tidak memiliki pengetahuan parenting  yang baik dalam mendidik dan mengasuh anak. 

Padahal ilmu parenting ini adalah ilmu dasar yang mengajarkan bagaimana sikap orangtua dan membesarkan anak. 

"Nutrisi" yang diterima anak sejak ia kecil akan mempengaruhi bagaimana sikap dan dan kehidupannya di masa yang akan datang.

Salah satu hal yang menyebabkan kurangnya pengetahuan orangtua dalam mendidik anak adalah pernikahan dini. Pernikahan dini dapat mengancam keselamatan masa depan anak apabila tidak diarahkan ilmu pengetahuan kepada orangtuanya.

2. Keterbatasan waktu

Takkan bisa terganti pengorbanan orangtua yang rela membanting tulang demi anak-anaknya. 

Namun tanpa disadari banyak anak yang akhirnya menjadi korban atas kesibukan orangtuanya. Kondisi demikian akan menyebabkan dampak yang buruk terhadap anak.

Menurut survei yang dilakukan oleh Institute for social and economic research  anak akan mengalami stres mental apabila memiliki orangtua yang terlalu sibuk dalam pekerjaan. 

Hal ini akan sangat berdampak kepada prestasi dan kemampuan anak dalam pendidikan.

Ini menunjukkan bahwa anak membutuhkan  waktu bersama orangtuanya tidak hanya dari segi kuantitas namun dari segi kualitas untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

3. Keterbatasan biaya

Satu hal yang takkan bisa dinafikkan adalah keterbatasan biaya sedikit banyaknya akan berpengaruh kepada pertumbuhan dan perkembangan anak, baik dari segi kebutuhan sehari-hari, sarana dan prasarana, kebutuhan pendidikan,  dan sebagainya.

Keterbatasan ekonomi yang masih menyelimuti para orangtua menjadi salah satu alasan bagi anak untuk tidak mendapatkan kebutuhan hidup yang lengkap dan pendidikan yang memadai.

Keterbatasan ekonomi ini dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti rendahnya pendidikan orangtua, terbatasnya lapangan pekerjaan, kurangnya kemampuan dalam mengelola perekonomian keluarga dan sebagainya.

4. Tidak ada tempat untuk belajar

Menjadi orangtua sekarang ini tidaklah mudah. Pola asuh zaman dulu mungkin sudah tidak relevan lagi apabila diterapkan dalam mendidik anak sekarang ini. 

Sehingga orangtuapun diharapkan terus meng-upgrade  skill-nya dalam mengasuh dan mendidik anak.

Tidak harus sekolah, melainkan banyak komunitas-komunitas orangtua yang dapat diikuti untuk saling mendapatkan ilmu dalam mengasuh anak.

Namun sayangnya, tidak semua orangtua memiliki akses informasi terkait hal tersebut. Sehingga inilah yang menjadi penyebab tidak adanya tempat bagi mereka untuk belajar.

TIPS MENDIDIK ANAK DI MASA PANDEMI

TIPS MENDIDIK ANAK MASA PANDEMI

Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal dalam kehidupan setiap manusia. Setiap keluarga termasuk anak menjadi korban yang terdampak akibat pandemi. 

Bagi anak, perkembangan kesehatan, pendidikan dan tumbuh kembangnya akan mengalami hambatan. Hal ini dapat terjadi karena terancamnya keberlangsungan perekonomian keluarga.

Nah, untuk memperbaiki apa yang telah dirusak oleh pandemi, termasuk dalam tumbuh kembang anak. 

Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan orangtua dalam mendidik anak di masa pandemi :

1. Pantau anak saat melakukan pembelajaran daring

Tidak hanya guru, peran orangtua juga sangatlah penting dalam menjalankan pembelajaran daring seperti saat ini. 

Guru memberikan materi pelajaran dari jarak jauh, sedangkan orangtua terus memantau bagaimana pemahaman dan kesehatan mental anak dalam belajar.

Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa proses pembelajaran daring akan membuat anak jenuh karena tidak bisa bertemu dengan teman-temannya dan semua aktivitas harus bebrbasis gadget dari rumah. 

Tugas-tugas yang diberikan guru dari sekolah juga harus didiskusikan dengan anak. 

Bagaimana agar anak dapat mengerjakan dan menemukan solusi yang tepat dari kasus yang ada, sehingga anak akan terbiasa dengan diskusi untuk mencarin jalan keluar.

Selain itu, pemakaian gadget  anak selama belajar daring juga harus selalu diawasi. 

Kita mengetahui bahwa segala informasi teks, gambar maupun video tersebar luas di dunia maya. Baik itu informasi yang positif maupun yang negatif. 

Sebagai orangtua harus selalu memastikan bahwa anak tetap berada pada jalur yang positif. 

Orangtua tidak boleh lalai mengawasi anak dalam bermain gadget, akibatnya bisa sangat fatal.

2.  Optimalkan internet dalam mengasah kreatifitas anak

Semenjak kehadiran pandemi, segala sesuatu hadir berbasis from home, baik itu sekolah, bekerja, ibadah dan kegiatan lainnya. Dengan demikian gadget merupakan media utama yang akan selalu digunakan.

Selain banyak dampak negatif dari gadget dan internet, orangtua ternyata dapat memanfaatkan internet justru untuk mengasah kreatifitas anak. 

Misalnya belajar dari internet, menggambar, membuat vlog,  tutorial memasak dan sebagainya. 

Orangtua sudah harus tahu apa saja hobi anak-anak generasi alfa yang cenderung akan lebih kreatif dan cepat tanggap.

Dengan demikian walaupun aktivitas dilakukan di rumah aja,  hobi dan bakat anak akan tersalurkan. 

Dari sini pula orangtua akan memahami bakat anaknya, sehingga dapat mempersiapkan dan lebih mengasahnya untuk masa depan.

3. Pahami karakteristik anak

Setiap anak dilahirkan dengan sifat dan karakter yang unik. 

Sesuai dengan perumpamaan : "Takkan bisa membandingkan ikan dengan tupai dalam memanjat pohon, atau membandingkan keduanya dalam kemampuan berenang, mereka memiliki kemampuan masing-masing dalam bidangnya."

Hal ini perlu untuk diketahui setiap orangtua, sehingga menemukan cara yang tepat dalam mendidik masing-masing anaknya. 

Anak yang hobi olahraga tidak bisa dipaksakan untuk mencintai belajar matematika, begitu juga dengan anak yang senang belajar komputer tidak bisa dipaksa untuk menyukai musik. 

Karena apabila mereka dipaksa untuk mengerjakan sesuatu yang tidak disukainya, mereka tidak akan nyaman untuk mempelajarinya.

Sehingga anak harus dididik dengan cara yang tepat, mereka akan tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan karakternya masing-masing.

Dengan memahami karakter anak, orangtua akan lebih mudah dalam menyalurkan bakat dan hobi serta mengatasi masalah anak.

4. Ajak anggota keluarga untuk berkolaborasi

Setiap anggota keluarga pasti memiliki perannya masing-masing dalam sebuah keluarga.  

Kepala rumah tangga berperan untuk mencari nafkah, Ibu berperan untuk mendidik anak, sedangkan anak-anak berperan untuk belajar den menggapai cita-citanya sebaik mungkin.

Namun sejak pandemi muncul, semua peran anggota keluarga terlaksana hampir 24 jam di dalam rumah. Sehingga diharapkan kesempatan ini memberikan dampak yang positif bagi sesama anggota keluarga, terutama anak.

Dalam hal mengasuh dan mendidik anak, bukan hanya tugas Ibu sebagai orangtua. Melainkan sosok Ayah juga sangat penting, begitu juga dengan kakak dan anggota keluarga lainnya.

Dengan kerja kelompok dalam mengasuh anak, maka keharmonisan akan tumbuh. 

Anak juga akan merasakan kenyamanan dan kesenangan walaupun hanya di dalam rumah. Karena ia merasakan setiap anggota keluarga peduli padanya.

Dengan demikian, kolaborasi antar sesama anggota keluarga dalam mendidik dan mengasuh anak sangatlah penting, apalagi di masa pandemi sekarang ini.

5. Ciptakan suasana bermain di rumah

Suasana di rumah akan mempengaruhi perilaku anak. Suasana bermain dan menyenangkan akan membuatnya betah dan merasa nyaman untuk tetap di rumah.

Orangtua perlu mempelajari hal tersebut untuk membuat anak tidak stres walaupun di rumah aja. 

Misalnya dengan bermain di halaman rumah, membuat taman bermain, tempat olahraga, mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat, dan sebagainya.

Dengan terciptanya suasana rumah seperti taman bermain, anak akan merasakan kesenangan dan tidak bosan saat di rumah aja.

APA SAJA YANG ADA DI POPAC 2021?

APA SAJA YANG ADA DI POPAC 2021?

Popmama Parenting Academi tahun 2021 adalah acara besar yang diadakan selam 1 bulan penuh. 

Orangtua dapat mengikuti kegiatan tersebut hanya dengan duduk santai dari rumah. Dengan begitu tidak akan mengganggu aktivitas yang lain.

Dengan mengikuti Popmama Parenting Academy 2021, orangtua akan banyak mendapatkan benefit, antara lain adalah sebagai berikut :

1. Webinar dan kuliah whatsapp

Dengan mengikuti Popmama Parenting Academy 2021 orangtau akan mendapatkan banyak sekali informasi melalui webinar dan kuliah whatsapp. 

Materi yang akan dibagikan antara lain mengenai perencanaan keuangan keluarga, cara menjaga kesehatan anak, pendidikan dan mental anak, dan masih banyak materi menarik lainnya untuk para orangtua milenial.

2. Bergabung dengan komunitas

Dengan mengikuti komunitas bersama Popmama Parenting Academy 2021 orangtua akan mendapatkan banyak sekali benefit.

Dengan bergabung bersama komunitas, orangtua akan mendapat teman-teman baru yang sehobi sehingga dapat saling bertukar pikiran dan pengalaman dalam banyak hal. 

Dengan bertukar pengalaman ini, para orangtua dapat belajar melalui pengalaman orang lain dan belajar bersama komunitas.

Selain itu orangtua yang bergabung dengan komunitas dapat belajar tentang dunia parenting, sehingga punya tempat belajar dalam mengasuh dan mendidik anak, dan yang tidak kalah menarik bersama komunitas Popmama Parenting Academi adalah orangtua dapat mengikuti chalenge dan memndapatkan hadiah menrik.

3. Mengikuti berbagai perlombaan

Dengan bergabung bersama komunitas, orangtua dapat menyalurkan bakat terpendam. Salah satunya adalah dengan mengikuti berbagai jenis perlombaan yang dilakukan oleh Popmama.com

Selain menyalurkan bakat dan hobi terpendam, orangtua akan mendapat uang tambahan dari hadiah-hadiah yang akan didapatkan dari mengikuti perlombaan. Menarik sekali bukan?

4. Sumbangan untuk anak yatim/piatu

Salah satu kegiatan sosial yang dilakukan oleh Popmama Parenting Academy 2021 adalah dengan mengadakan donasi kepada anak yatim/piatu yang terdampak COVID-19.

Jadi selain belajar bersama komunitas, orangtua juga dapat melakukan donasi sehingga memberikan manfaat kepada sesama.

***

Nah, demikian tips buat Mama dan Papa milenials, semoga dapat memberikan manfaat ya :)

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, Mama dan Papa milenials, bergabung bersama Popmama Parenting Academy





Post a Comment

1 Comments

  1. Bagus sekali, apalagi untuk bekal menjadi orangtua untuk mendidik anak-anak nya👏

    ReplyDelete

Berikan komentar anda