Perbedaan Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf | Contoh Lengkap

Perbedaan Zakat Infaq Sedekah dan Wakaf

Perbedaan Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (biasa disingkat ZISWAF) yang diulas pada artikel ini akan dijelaskan melalui beberapa poin.

Zakat, Infaq, Sedekah dan Waqaf menjadi salah satu nilai dalam ajaran agama Islam yang berhubungan dengan aspek sosial.

Dimana Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf ini sangat identik dengan harta.

Harta yang dipandang dalam Islam adalah kekayaan yang dititipkan oleh Allah swt kepada umat manusia untuk beribadah, mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari serta menolong antar sesama.

Dijelaskan dalam Q.S Al-Hadid ayat 7 yang artinya :

"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman diantara kamu dan menginfakkan hartanya (di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar."

Dari ayat di atas, Allah memerintahkan umat manusia untuk membagikan hartanya di jalan Allah untuk memperoleh pahala yang besar.

Membagikan harta inilah yang merupakan makna umum dari Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf.

Namun ada beberapa aspek yang menjadi perbedaan zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Apa saja itu? Yuk, disimak baik-baik.

Baca juga : Perbedaan Investasi Jangka Pendek dan Jangka Panjang untuk Pemula

Perbedaan Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf

1. Pengertian

Perbedaan pertama adalah dari segi pengertian. 

a. Zakat 

Zakat adalah salah satu rukun islam yang berarti sejumlah harta yang dikeluarkan umat muslim apabila telah mencapai jumlah haul dan nisabnya kepada penerima zakat.

Zakat terbagi atas 2, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat fitrah adalah jenis zakat yang dikeluarkan oleh umat muslim setiap tahunnya setelah selesai puasa (waktu masuk hari raya idul fitri) dengan tujuan untuk mensucikan diri dan menyempurnakan ibadah.

Sedangkan zakat mal adalah jenis zakat yang dikeluarkan oleh umat muslim dari harta yang diperoleh dalam usaha atau pekerjaan tertentu dengan tujuan untuk mensucikan harta.

b. Infaq

Infaq adalah membelanjakan atau mewujudkan sebuah usaha/ hal-hal tertentu yang berkaitan dengan ibdaha/perintahkan-perintah Allah swt.

c. Sedekah

Sedekah merupakan amalan kebaikan yang dilakukan kepada sesama manusia, untuk mendapatkan rida dari Allah swt.

d. Wakaf

Wakaf adalah menahan sejumlah harta yang diberikan manfaatnya untuk kepentingan umum.

Penggunaan harta wakaf terbagi menjadi 2.

Pertama adalah harta wakaf yang digunakan untuk pelayanan masyarakat. Misalnya sekolah, rumah sakit dan sebagainya.

Kedua adalah harta wakaf yang digunakan untuk penanaman modal dalam memproduksi barang atau jasa (biasa disebut wakaf produktif).

2. Hukum

Perbedaan zakat, infaq, sedekah dan wakaf selanjutnya adalah dari segi hukum.

Zakat yang merupakan salah satu rukun iman, hukumnya adalah wajib bagi setiap umat muslim.

Jadi setiap orang diharuskan untuk mengeluarkan hartanya sebagai zakat demi memenuhi kewajibannya sebagai seorang muslim.

Sedangkan untuk infaq, sedekah dan wakaf hukumnya adalah sunnah. Artinya berpahala apabila dikerjakan namun tidak berdosa apabila ditinggalkan.

3. Waktu

Perbedaan selanjutnya adalah dari segi waktu.

Zakat memiliki waktu tertentu dalam pelaksanaannya, misalnya zakat fitrah yang hanya bisa dikeluarkan saat memasuki idul fitri (sekali dalam setahun).

Sedangkan infaq, sedekah dan wakaf memiliki waktu yang fleksibel. Artinya kapan saja dapat dilaksanakan selagi mampu dalam mengamalkannya.

Baca juga : The Power of Zakat | Strategi Langkah-langkah Optimasi Fungsi Zakat untuk Kemaslahatan Fakir Miskin di Indonesia.

4. Penerima Manfaat

Perbedaan selanjutnya antara zakat, infaq, sedekah dan wakaf adalah dari segi penerima manfaat amalan tersebut.

Penerima manfaar dari zakat sendiri ditentukan dalam Alquran Q.S At-taubah ayat 60. Terdapat 8 golongan yang berhak menerima zakat, antara lain :

a. Fakir

Fakir adalah orang yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan dasar  hidupnya

b. Miskin

Miskin adalah orang yang memiliki harta, namun masih belum cukup dalam memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.

c. Amil

Amil adalah orang-orang yang bertugas dalam mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.

d. Mualaf

Mualaf adalah orang yang baru memeluk agama Islam sehingga masih memerlukan bantuan untuk menguatkan keyakinannya.

e. Riqab

Riqab adalah budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya.

f. Ghorimin

Ghorimin adalah orang yang terlilit utang dan tidak mampu melunasinya. Misalnya orang yang terlilit utang karena bisnisnya bangkrut, menyelesaikan sengketa, dan sebagainya.

g. Fisabilillah

Fisabilillah adalah orang yang berjuang di jalan Allah. Misalnya orang yang berdakwah, menuntut ilmu di jalan Allah , dan sebagainya.

h. Ibnu sabil

Ibnu sabil adalah orang yang kehabisan harta dalam perjalanan ketaatan kepada Allah.

5. Penyaluran Amalannya

Perbedaan zakat, infaq, sedekah dan wakaf yang terakhir adalah penyaluran amalannya.

Wakaf dikelola terlebih dahulu hartanya kemudian dibagikan manfaatnya untuk kepentingan umum.

Misalnya ada yang mewakafkan sebidang tanah untuk dijadikan sekolah. Maka sekolah tersebut dibangun terlebih dahulu sebelum akhirnya dipergunakan manfaatnya.

Sedangkan untuk zakat, infaq dan sedekah penyaluran amalannya dilakukan secara langsung.

Contoh Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf

1. Zakat

Contoh zakat fitrah adalah zakat yang biasanya dikeluarkan oleh umat muslim setelah selesai puasa ramadhan (sebelum shalat idul fitri).

Zakat fitrah ini biasanya dikeluarkan dalam bentuk uang atau beras.

Sedangkan zakat mal contohnya adalah seperti harta kekayaan : uang, emas, surat berharga, atau penghasilan profesi, perdagangan, pertambangan dan sebagainya.

2. Infaq

Contoh infaq misalnya : menyisihkan uang untuk dimasukkan ke dalam kotak amal di masjid, memberi sejumlah uang kepada pengemis di jalan, menyantuni anak yatim, dan sebagainya

3. Sedekah

Berbeda dengan amalan sebelumnya, sedekah ini tidak harus dilakukan dengan harta, melainkan dengan amalan.

Misalnya : menyebarkan ilmu, membimbing orang untuk berbuat kebaikan, memberikan saran dan arahan yang baik kepada orang lain, dan sebagainya.

4. Wakaf

Contoh wakaf adalah mewakafkan sebidang tanah untuk membangun panti asuhan, mewakafkan sumur, kebun, transportasi, dan sebagainya.

Manfaat Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf

ZISWAF sebagai amalan untuk mendapatkan pahala juga sangat memberikan manfaat kepada lingkungan sosial bahkan negara.

Tujuan dari ZISWAF ini sendiri adalah untuk menyetarakan ekonomi masyarakat.

Dengan ZISWAF masyarakat yang kurang mampa akan mendapatkan bantuan berupa harta, barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Dengan kesadaran umat muslim dalam menunaikan ZISWAF maka sudara-saudari yang kurang mampu akan sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Meningkatnya kemampuan dalam memenuhi kebutuhan akan mengurangi angka kemiskinan.

Dengan pengoptimalisasian ZISWAF, anak yang tidak mampu sekolah menjadi mampu merasakan pendidikan. Orang yang sakit menjadi mampu untuk berobat. Orang yang terkena bencana dapat menerima manfaatnya.

Dengan demikian akan tercipta kesejahteraan di lingkungan masyarakat.

Baca juga : Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional. Sama aja?

***

Demikian perbedaan zakat, infaq, sedekah dan wakaf beserta contoh dan manfaatnya untuk sosial. Silakan tinggalkan kesan dan pesan kamu di kolom komentar.

Posting Komentar

0 Komentar