Wajah Baru TIM (Taman Ismail Marzuki) untuk Milenials Berjiwa Seni dan Budaya

Wajah Baru TIM untuk Milenials Berjiwa Seni dan Budaya

Budaya merupakan sesuatu yang diperoleh oleh individu dari masyarakat tertentu.

Budaya ini dapat berupa perilaku, pengalaman hidup, kepercayaan, adat istiadat, dan sebagainya.

Budaya ini kemudian menjadi landasan masayarakat dalam berperilaku.

Karena budaya adalah pengetahuan masyarakat untuk memahami alam dan lingkungan yang didapatkan melalui pengalaman yang terjadi padanya.

Perbedaan kondisi alam di masing-masing daerah di Indonesia menyebabkan kebudayaan juga semakin beragam.

Keberagaman budaya inilah yang akhirnya menyebabkan Indonesia menjadi negara yang kaya akan perilaku, pengalaman hidup, kepercayaan, adat istiadat, dan sebagainya.

Namun sebagai negara yang memiliki semboyan "bhineka tunggal ika" setiap masyarakat wajib menghargai indahnya perbedaan yang ada.

Peran Budaya di Kehidupan Masyarakat

Budaya sangat erat kaitannya dengan masyarakat. 

Dimana ada masyarakat maka disitulah ada budaya.

Mengapa demikian?

Karena peran budaya ini sangat penting di kehidupan masyarakat. 

Beberapa peran budaya bagi masyarakat 

1. Sebagai wujud ekspresi

Salah satu peran budaya yang ada dalam masyarakat adalah untuk mewujudkan ekspresi.

Bentuk perwujudan ekspresi tersebut dapat berupa karya seni, lukisan, musik, tarian dan sebagainya.

Banyaknya jenis tarian, lukisan dan ragam musik menunjukkan ungkapan ekspresi dari masayarakat dari daerah tertentu.

Misalnya dalam hal musik, budaya Jawa mengekspresikannya dengan musik yang lembut nan halus.

Lain halnya dengan budaya batak yang mengungkapkannya dengan musik yang lebih tegas.

Bentuk-bentuk ekspresi tersebut yang kemudian akan menunjukkan bagaimana ciri khas dan karakter masyarakat pada suatu daerah.

2. Sebagai pedoman hidup individu/kelompok

Ketika sesorang individu/kelompok ingin melakukan hal tertentu, ia akan memikirkan terlebih dahulu apakah tindakannya sesuai dengan budayanya.

Misalkan apabila seseorang ingin berpakaian dengan gaya sedemikian rupa. Ia akan berpikir apakah pakaian tersebut mencerminkan adat dan budayanya atau tidak.

Hal inilah yang dinamakan budaya sebagai pedoman hidup masyarakat sebagai individu/kelompok.

Budaya menciptakan batasan-batasan tertentu bagi masyarakat terkait dengan pengaruh eksternal yang mungkin memasukinya.

3. Membentuk kontrol sosial

Manusia akan selalu hidup berdampingan dengan aturan.

Baik itu aturan yang ditetapkan pada suatu daerah, ataupun aturan yang sudah terbentuk secara alami.

Budaya menjadi salah satu aturan tidak tertulis yang menjadi kontrol bagi masyarakat.

Budaya akan mengajarkan masyarakat tentang adab berpakaian, adab berbicara, adab ke sesama manusia yang kesemuanya itu adalah aturan yang tidak tertulis.

Sehingga peran budaya sebagai kontrol sosial akan menjadikan keseragaman antar masyarakat kepada aturan-aturan yang positif, seperti adat dan budaya yang ada di Indonesia.

4. Sebagai roda perekonomian masyarakat

Poin ini berkaitan dengan ekonomi dan pendapatan masyarakat.

Indonesia adalah negara dengan kebudayaan yang masih terjaga, khususnya di beberapa daerah tertentu, misalnya Bali.

Keberagaman budaya di Indonesia akan menarik perhatian para wisatwan untuk berkunjung.

Sehingga masyarakat dapat menyediakan berbagai barang/jasa seperti hotel dan penginapan, rumah makan, kerajinan tangan, biro perjalanan, dan sebagainya.

Pola inilah yang kemudian melancarkan perekonomian masyarakat pada daerah tersebut.

Sehingga peran budaya merupakan salah satu poin penting dalam roda perekonomian masyarakat.

Sejarah Taman Ismail Marzuki (TIM)

Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan salah satu tempat bersejarah di Jakarta. 

Tempat yang diresmikan pada 10 November 1968 ini menjadi simbol pusat perkembangan kesenian dan kebudayaan Indonesia di Jakarta.

Awalnya tempat ini merupakan tempat rekreasi umum Taman Raden Saleh dan Kebun Binatang Jakarta.

Kemudian Ali Sadikin (Gubernur DKI saat itu) merubahnya menjadi pusat kesenian untuk para seniman menuangkan ide dan aspirasi mereka.

Sedangkan penamaan TIM sendiri diambil dari salah satu nama tokoh seniman asal Betawi yaitu Ismail Marzuki.

Penamaan ini dilakukan untuk memberikan penghargaan kepada Ismail Marzuki sebagai seniman bersejarah dalam musik Indonesia.

Selain namanya dipilih sebagai tempat pusat kesenian dan kebudayaan, Ismail Marzuki juga dianugerahi gelar pahlawan secara resmi pada 10 November 2004 lalu.

Sejak berdirinya, TIM dikenal sebagai ruang ekspresi untuk menyalurkan ide dan kreatifitas para seniman Indonesia.

Di tempat inilah para seniman indonesia mendapatkan inspirasi hingga akhirnya melahirkan karya.

Wajah Baru TIM

Taman Ismail Marzuki (TIM) yang dulunya hidup sempat mengalami degradasi. Hingga akhirnya TIM resmi melakukan revitalisasi mulai 2019 lalu.

Upaya ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi TIM sebagai taman terbuka publik dan tempat pusat kesenian dan kebudayaan serta edukasi.

Berangkat dari semangat tersebut, revitalisasi TIM akan meng-upgrade fasilitas-fasilitas yang sebelumnya sudah ada dan akan mengahdirkan fasilitas-fasilitas baru untuk mendukung aktivitas seni dan budaya.

Revitalisasi TIM kali ini tidak hanya fokus membangun secara fisik, namun juga membangun ekosistem kebudayaan yang baik sehingga dapat melahirkan seniman baru Indonesia.

Wajah baru TIM juga diharapkan dapat menjadi the next generation urban tourism di Jakarta.

Spot-spot menarik dan unik di wajah baru TIM

Spot-spot TIM (Taman Ismail Marzuki)

Apabila melihat wajah baru TIM dari depan Jl. Cikini Raya, Anda akan dihipnotis dengan keindahan bangunan depan TIM.

Desain bangunannya dibentuk dengan atap miring dilengkapi taman terbuka yang hijau.

Ketika melangkahkan kaki ke akses masuk, Anda akan disuguhkan dengan ruang terbuka bergaya modern dan hijau dikelilingi pepohonan.

Selanjutnya Anda akan diberi opsi beberapa spot indah berikut sebagai tempat untuk dikunjungi.

1. Gedung panjang

Bangunan terpanjang dan tertinggi di kawasan TIM adalah gedung panjang dengan 14 lantai.

Disebut sebagai gedung panjang adalah karena bentuk bangunannya yang memanjang.

Fakta menarik dari gedung panjang ini adalah pada bagian fasadnya membentuk pola tangga nada lagu Rayuan Pulau Kelapa ciptaan Ismail Marzuki.

Fakta menarik dari gedung panjang TIM
(Sumber : instagram @wajahbaru_tim)

Gedung panjang ini akan digunakan untuk beberapa fungsi, yaitu :

- GF & Lantai 2

GF dan lantai 2 akan difungsikan sebagai tempat galeri seni dan kafetarian

- Lantai 3

Lantai 3 ini akan difungsikan sebagai coworking space, yang biasanya digunakan sebagai ruangan untuk bekerjasama (sharing).

- Lantai 4-7

Lantai 4 sampai 7 ini akan digunakan sebagai Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta dan PDS HD Jassin yang digunakan sebagai tempat pendokumentasian arsip kesusastraan nasional maupun internasioanl.

- Lantai 8

Khusus untuk laintai 8 nantinya akan difungsikan sebagai tempat lobi wisma.

- Lantai 9-12

Lantai 9-12 ini nantinya akan digunakan sebagai wisma seni yang lebih kurang akan memiliki 200 kamar.

Jadi apabila ada pertunjukkan seni yang diadakan selama beberapa hari, wisma ini dapat digunakan oleh para seniman untuk beristirahat.

- Lantai 13-14

Lantai paling atas 13-14 akan digunakan sebagai ruang komite dan kantor pengelola TIM.

2. Gedung parkir dan taman

Gedung parkir dan taman ini akan berada pada satu gedung yang sama.

Gedung parkir dibangun dengan atap miring dengan taman terbuka yang asri di atasnya.

Taman ini akan difungsikan sebagai taman publik serta ruang berkreativitas seni budaya.

Taman ini akan sangat cocok untuk tempat refreshing, atau sekedar berfoto-foto dengan keluarga dan teman.

3. Masjid Amir Hamzah

Masjid yang awalnya terletak di dekat pintu masuk utama TIM direlokasikan ke area gedung Graha bakti Budaya (GBB).

Masjid ini dirancang dengan gaya modern dipadukan dengan unsur budaya yang dapat menampung sekitar 300 jamaah di dalamnya.

Selain difungsikan untuk tempat ibadah, area masjid Amir Hamzah juga kerap digunakan sebagai tempat senam jantung sehat oleh warga setempat.

Serta digunakan untuk tempat pelaksanaan kegiatan seni yang diinisisasi oleh BKM Masjid Amir Hamzah.

4. Planetarium dan pusat latihan seni

Bangunan yang sudah berusia lebih dari setengah abad ini berfungsi untuk menyajikan ilmu pengetahuan tentang astronomi.

Uniknya adalah bangunan ini memiliki kubah setengah lingkaran yang kemudian dijadikan sebagai layar untuk menggambarkan susunan bintang dan benda-benda langit.

Di wajah baru TIM ini, bangunan ini akan tetap dipertahankan.

Namun bangunan di sekeliling kubah akan direnovasi mengelilingi kubah (berbentuk O) dengan konsep bangunan yang transparansi.

Dengan demikian ciri khas dari bangunan ini akan tetap terjaga dengan konsep yang baru.

Tidak hanya menyajikan pengetahuan astronomi, kawasan planetarium ini nantinya akan difungsikan ke beberapa hal.

- Lantai 1

Pada lantai 1 nantinya akan ada beberapa bagian, antara lain : lobby planetarium, pusat jajanan UMKM, teater arena, promenade, taman, ruang tunggu planetarium dan museum planetarium.

- Lantai 2

Sedangkan untuk lantai 2 nantinya akan difungsikan ke beberapa bagian, antara lain : Galeri planetarium, teater bintang, museum Ismail Marzuki, studio latihan musik, studio latihan teater, studio seni rupa, studio sastra multimedia dan studio seni tari.

5. Galery annex

Galeri annex adalah salah satu bangunan yang digunakan untuk seni.

Bangunan ini akan digunakan untuk pameran hasil karya seniman-seniman nasional maupun internasional.

6. Graha bhakti budaya

Gedung yang sudah berusia lebih kurang 37 tahun ini akan dibangun kembali di lokasi yang sama.

Dengan wajah baru TIM, GBB ini akan dimodernisasi beserta seluruh fasilitasnya.

GBB ini nantinya akan menjadi opsi bagi para seniman dalam mempertunjukkan keseniannya.

Kapasitas 848 seats, siap menampung kamu nonton bioskop bersama pasangan. ("Pasangan sendiri ya, bukan pasangan orang lain, hehe").

7. Teater halaman

Teater terbuka ini akan hadir kembali sebagai ruang publik dan pertunjukan kesenian serta hiburan.

Teater halaman ini akan berdekatan dengan Masjid Amir Hamzah.

Desain teater halaman berbentuk setengah lingkaran dengan tempat duduk yang didesain khusus akan disejukkan dengan pepohonan yang mengelilinginya.

Sehingga suasana sejuk akan menemani Anda dalam menikmati pementasan.

Revitalisasi TIM

Keragaman budaya Indonesia tidak kurang dari 470 suku bangsa dan 19 daerah hukum adat yang kurang lebih memiliki 300 bahasa (Buku : Mengembangkan Daya Tarik Pelestarian Warisan Budaya, oleh Roby Ardiwidjaja).

Selain bahasa, kebudayaan tari, musik, pakaian, rumah adat dan sebagainya menjadi kekayaan yang tidak terhitung di Indonesia.

Namun seiring perkembangan zaman, kekayaan itu akan semakin tergerus oleh globalisasi.

Budaya asing yang kian mendominasi semakin menganggap bahwa budaya Indonesia zaman dulu sudah kolot.

Situasi ini mengubah cara hidup masyarakat. Seperti gaya hidup, gaya berpakaian, selera musik dan sebagainya.

Sehingga tidak jarang ditemui bahwa remaja tidak tau nama pakaian tradisional daerahnya, alat musik tradisional, tarian tradisional yang seharusnya menjadi aset yang diinvestasikan.

Apabila dibiarkan, situasi ini akan menenggelamkan seni dan budaya Indonesia yang sudah dibangun kokoh sejak dulu.

Dampak lain dari westernisasi ini adalah krisis moral pada remaja yang menciptakan tren pergaulan bebas.

Sehingga dikhawarirkan arus globalisasi yang semakin deras akan menjadi ancaman bagi eksistensi budaya lokal.

***

TIM (Taman Ismail Marzuki) yang sudah berdiri sejak tahun 1968 lalu, dalam hal ini membawa peran penting.

Kehadirannya menjadi "pintu ajaib" yang akan membawa para pengunjung kepada nuansa seni dan budaya bangsa.

Setiap spot yang Anda kunjungi akan menyuguhkan seni dan budaya yang harus kita lestarikan bersama-sama.

Pertunjukan demi pertunjukan akan meningkatkan memori masyarakat bahwa budaya yang ada di negeri ini sangatlah elok nan indah.

TIM melakukan revitalisasi untuk revitalisasi budaya indonesia yang sempat mengalami regradasi.

TIM membuka pintu seluas-luasnya bagi para seniman dan menyediakan ruang dalam berkreasi dan menciptakan seni yang berkualitas.

TIM juga membuka ruang untuk masyarakat umum untuk menyaksikan pertunjukan seni rupa, sastra, tari, teater, musik hingga seni apresiasi budaya.

Kunjungan Taman Ismail Marzuki
(Sumber : instagram @wajahbaru_tim)

Ruang ini disulap seindah dan senyaman mungkin untuk para seniman dan masyarakat umum dalam menciptakan dan mengembangkan seni dan budaya bangsa Indonesia.

Melalui revitalisasi ini, wajah baru TIM diharapkan dapat melahirkan seniman baru dengan karyanya yang berkualitas bagi Indonesia.

"Revitalisasi TIM untuk Revitalisasi Budaya Indonesia"

Ayo, para milenials saksikan pertunjukan pameran seni dan budaya di TIM dan rasakan sensasinya!

***

Terimakasih sudah membaca sampai akhir, salam hangat dari saya😊

Baca juga : Beberapa Budaya Karo Ini Jangan Sampai Tenggelam












Post a Comment

0 Comments